MEDIA BK NON-ELEKTRONIK


MEDIA BK NON-ELETRONIK

Media bimbingan dan konseling adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan bimbingan dan konseling yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa / konseli untuk memahami diri, mengarahkan diri, mengambil keputusan serta memecahkan masalah yang dihadapi (Nursalim, 2013: 6). Media non elektronik adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata – kata, kalimat, angka, dan symbol/gambar, biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian atau ide, dan mengilustrasikan fakta – fakta sehingga menarik dan diingat orang. Jenis – jenis media non elektronik diantaranya : brosur/leaflet, poster, pamflet, sket, gambar, diagram, grafik, kartun, mural, bagan arus. Selanjutnya dalam perkembangannya, muncul beberapa media yang bisa digunakan, diantaranya flip chart, papan bimbingan, dan komik.
Kelebihan media non elektronik adalah : 1) Dapat mempermudah dan mempercapat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan; 2) Dapat dilengkapi dengan warna – warna sehingga lebih menarik perhatian; 3) Pembuatan lebih mudan dan harganya murah. Sedangkan kelemahannya adalah : 1) Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya untuk grafis tertentu yang kompleks; 2) Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
Berikut ini adalah contoh media BK non-elektronik:

Media BK Non-Elektronik Bidang Pendidikan:
Poster “Yuk Belajar #Dirumahaja”




Topik : Yuk Belajar #Dirumahaja
Media : Poster
Sasaran : Siswa /Mahasiswa yang sedang sekolah/sekolah online di rumah saat Pandemi Covid-19
Tujuan : Agar siswa/mahasiswa mampu mengetahui cara belajar yang efektif saat sekolah/kuliah online di rumah yang efektif.
Materi :
Putus Rantai Penularan Virus Corona (Covid-19)
YUK BELAJAR #DIRUMAHAJA
· Tentukan waktu belajar yang tepat
· Siapkan ruang belajar yang nyaman dan tenang
· Buat target belajar yang spesifik, realistis  dan jelas
· Siapkan semua kebutuhan yang diperlukan saat belajar
· Hindari hal-hal yang menganggu konsentrasi
· Siapkan cemilan favorit untuk meningkatkan mood booster


Media BK Non-Elektronik Bidang Pendidikan Karir:
Poster “Ayo Rencanakan Jalan Suksesmu Mulai dari Sekarang”


Topik : Ayo Rencanakan Jalan Suksesmu Mulai dari Sekarang
Media : Poster
Sasaran : Siswa SMK Kelas XII (yang akan lulus sekolah)
Tujuan : untuk mengajak siswa agar merencanakan karir dan konsultasi ke guru Bk apabila mengalami kesulitan atau kebingungan
Materi :
Ayo Rencanakan Jalan Suksesmu Mulai dari Sekarang
Bingung….
Galau.....
Setelah lulus sekolah mau Kuliah atau Langsung Kerja????
Ayo rencanakan jalan suksesmu mulai dari sekarang!!!!
Untuk mencapai masa depan yang cemerlang
*Jika mengalami kesulitan jangan malu dan ragu untuk konsultasi dengan guru BK



Media BK Non-Elektronik Bidang Pribadi-Sosial:
Leaflet “Stop Bullying” 






Topik : Stop Bullying
Media : Leaflet
Sasaran : Siswa SMA
Tujuan : Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, peran dalam bullying, factor penyebab terjadinya bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying dan pencegahan bullying. Sehingga siswa diharapkan bisa mencegah dan menjauhi perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban.
Materi :
LAYANAN INFORMASI
 “STOP BULLYING
Apa itu Bullying?
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penindasan/risak”)
merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan
dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat
atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan
dilakukan secara terus menerus.
Peran dalam Bullying
· Bullies : pelaku bullying
· Victim : korban bullying
· Bully-victim : pihak yang terlibat dalam perilaku agresif, tetapi juga menjadi korban perilaku agresif
· Neutral : pihak yang tidak terlibat dalam perilaku agresif atau bullying
Faktor Penyebab Terjadinya Bullying
Ø Keluarga
Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah: orang tua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang penuh stress, agresi, dan permusuhan.
Ø Sekolah
Pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying, akibatnya anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan untuk melakukan intimidasi terhadap anak lain.
Ø Kelompok Sebaya
Anak-anak ketika berinteraksi dalam sekolah dan dengan teman di sekitar rumah, kadang kala terdorong untuk melakukan bullying.
Ø Kondisi Lingkungan sosial
Kondisi lingkungan sosial dapat menjadi penyebab timbulnya perilaku bullying, salah satunya adalah kemiskinan.
Ø Tayangan Televisi dan Media Cetak
Televisi dan media cetak membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan yang ditampilkan.
Jenis-jenis Bullying
· Bullying Fisik
Jenis penindasan secara fisik di antaranya adalah memukul, mencekik, menyikut, meninju, menendang, menggigit, memiting, mencakar, serta meludahi anak yang ditindas hingga ke posisi yang menyakitkan, serta merusak dan menghancurkan pakaian serta barang-barang milik anak yang tertindas.
· Bullying Verbal
Penindasan verbal dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritik kejam, penghinaan, dan pernyataan-pernyataan bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual.
· Bullying Relasional
Perilaku ini berupa pengabaian, pengucilan, pengecualian, atau penghindaran yang mencakup sikap-sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan napas, bahu yang bergidik, cibiran, tawa mengejek, dan bahasa tubuh yang kasar.
· Cyber Bullying
Tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik (rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik lewat media sosial).
Dampak Bullying
Dampak bagi korban : Depresi dan marah, rendahnya tingkat kehadiran dan prestasi akademik.
Dampak bagi pelaku : Pelaku memiliki rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi, cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif, toleransi yang rendah terhadap frustasi.
Dampak bagi siswa lain yang menyaksikan bullying : Jika bullying dibiarkan tanpa tindak lanjut, maka beberapa siswa mungkin akan bergabung dengan penindas karena takut menjadi sasaran berikutnya dan beberapa lainnya mungkin hanya akan diam saja tanpa melakukan apapun dan yang paling parah mereka merasa tidak perlu menghentikannya.
Pencegahan Bullying
1. Pencegahan melalui anak
Melakukan pemberdayaan pada anak agar mampu mendeteksi, melawan dan memberikan bantuan ketika meilhat bullying terjadi.
2. Pencegahan melalui keluarga
Meningkatkan ketahanan keluarga dan memperkuat pola pengasuhan dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan, cinta kasih antar sesama, membangun rasa percaya diri, mengajarkan etika dan mendampingi anak menyerap informasi dari berbagai media.
3. Pencegahan melalui sekolah
Merancang dan membuat desain program pencegahan yang berisikan pesan kepada siswa bahwa perilaku bullying tidak diterima di sekolah dan membuat kebijakan “anti bullying”.
4. Pencegahan melalui masyarakat
Membangun kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan anak dimulai dari tingkat desa/kampung.

Sumber:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEDOMAN OBSERVASI BIDANG KARIR

PEDOMAN WAWANCARA BIDANG KARIER

PEDOMAN OBSERVASI BIDANG PRIBADI-SOSIAL